Penumpang KRL Kini Wajib Pakai Baju Lengan Panjang, Memangnya Efektif? – Kompas.com – KOMPAS.com

Penumpang KRL Kini Wajib Pakai Baju Lengan Panjang, Memangnya Efektif?

KOMPAS.com – Penumpang kereta rel listrik (KRL) akan diwajibkan menggunakan baju lengan panjang mulai minggu depan.
Dilansir Kompas.com, Kamis (16/7/2020), aturan tersebut mengikuti Surat Edaran Kementerian Perhubungan (SE Kemenhub) Nomor 14 tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian Dalam Masa Adaptasi Kebiasan Baru untuk Mencegah Penyebaran Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19).
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, penumpang tidak akan diizinkan masuk stasiun jika tak menggunakan lengan panjang.
Baca juga: Mengenal Hokkaido, Provinsi Bersalju yang Menjadi Sarang Virus Corona di Jepang
Dia menuturkan, penumpang bisa menggunakan jaket, kemeja, atau kaus lengan panjang untuk naik KRL.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Dicky Budiman menanggapi bahwa penggunaan lengan panjang untuk mencegah penularan Covid-19 tidak ada risetnya.
“Enggak ada risetnya dan juga kaitannya secara mekanisme penularan Covid-19,” kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/7/2020).
Penyebab penularan utama virus SARS-CoV-2 yakni saat tangan menyentuh wajah seperti mata hidung, dan mulut.
Dicky mengatakan bersenggolan antar sesama penumpang tidak boleh, baik memakai lengan panjang atau tidak. Minimal harus dicegah atau diminimalisir.
Baca juga: Ramai soal Penolakan Jenazah Covid-19, Dokter: Pasien Meninggal, Virus Pun Mati

Calon penumpang duduk dengan tanda jaga jarak di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020). Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi dan ada satu kereta yang diberangkatkan yakni dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Purwokerto di Jawa Tengah, pengoperasian diikuti dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19.  Penumpang KRL Kini Wajib Pakai Baju Lengan Panjang, Memangnya Efektif? – Kompas.com – KOMPAS.com 5ee320527adc2KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon penumpang duduk dengan tanda jaga jarak di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020). Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi dan ada satu kereta yang diberangkatkan yakni dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Purwokerto di Jawa Tengah, pengoperasian diikuti dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19.

Justru menurutnya yang harus diutamakan adalah mengurangi kapasitas penumpang, sehingga tidak terjadi kepadatan.
“Saat ini sebaiknya diturunkan dulu kapasitas penumpang karena posisi penularan Covid-19 di masyarakat tinggi,” tambahnya.
Idealnya, kata dia, 25 sampai 35 persen dari kapasitas. Tapi kebijakan itu perlu dibarengi kerja sama berbagai pihak.
Baca juga: Virus Corona Menular Lewat Droplet dan Airborne, Apa Bedanya?
“Pengurangan kuota penumpang perlu dibarengi dengan penambahan frekuensi kereta atau busway untuk mengurangi penumpukan,” imbuh dia.
Dicky mengatakan, penting juga untuk membuka jendela atau mengatur ventilasi agar sirkulasi baik.
Solusi agar penumpang tidak berdesakan menurut Dicky selain menurunkan kapasitas penumpang, juga membuat sistem tiket online.
Baca juga: Berikut 5 Gejala Virus Corona Ringan yang Tak Boleh Diabaikan

Ilustrasi bekerja dari rumah atau work from home.  Penumpang KRL Kini Wajib Pakai Baju Lengan Panjang, Memangnya Efektif? – Kompas.com – KOMPAS.com 5ef0036b65d54Shutterstock Ilustrasi bekerja dari rumah atau work from home.

Dengan begitu menurutnya jumlah penumpang bisa lebih terkendali. Penumpang hanya berangkat atau pergi ke stasiun sesuai jadwal tiketnya.
Selain itu perlu juga kerja sama antara Pemda dengan pihak perusahaan.
Dicky mengatakan saat ini masih perlu Work From Home (WFH). Para karyawan, terutama yang berisiko perlu bekerja dari rumah. Dengan begitu juga akan mengurangi jumlah penumpang KRL.
“Perkantoran ini harus terus di monitor, karena pandemi ini masih relatif lama,” katanya.
Dicky menambahkan nantinya kebijakan harus dievaluasi lagi saat situasi relatif terkendali.
Selain itu dia berharap agar pemerintah lebih bijak dalam mengambil keputusan.
“Hendaknya setiap kebijakan yang diambil berdasar sains sehingga efektif dalam mencegah penularan. Kewajiban memakai masker, menjaga jarak, dan melakukan disinfeksi rutin serta menjaga ventilasi yang baik di gerbong jauh lebih utama,” tutupnya.
Baca juga: Sering Sakit Punggung Ketika WFH, Berikut 4 Cara Meredakannya

Penumpang KRL Kini Wajib Pakai Baju Lengan Panjang, Memangnya Efektif? – Kompas.com – KOMPAS.com 5e97e8bb91d3a KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Beda Batuk Gejala Covid-19 dan Batuk Biasa

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source